Postingan

FKTM TAMBAH ANGGOTA 1 MASJID BARU

Gambar
Sukoharjo Kota (25/10). Iskeb/Gelora News. Masjid Yusuf Azizah Selasa malam diresmikan penggunaannya untuk ibadah oleh Ibu Hj. Ety Suryani selaku Bupati Kabupaten Sukoharjo. Dalam acara perremian Masjid sekaligus agenda rutin bulanan Tabligh Akbar FKTM tersebut dihadiri Ketua DPRD, Camat Sukoharjo, Ketua Ketua Takmir Masjid se Kelurahan Jetis, dan hampir 1000 jamaah FKTM yang antusias ikuti acara meski cuaca ada gerimis menyapa.  Bambang Maryadi, S.Pd.,M.Pd. Ketua Panitia Pembangunan Masjid Yusuf Azizah Madyorejo, Kelurahan Jetis, Sukoharjo. "Dana pembangunan habis 1,312,612,500,oo. Wakaf tanah dari Bp. Yusuf dan Mas Haryanto dan pembangunan fisik juga berasal dari donasi berbagai pihak dan kalangan para dermawan. Mohon bantuan tambahan pada Ibu Bupati," mengakhiri sambutan dan laporannya.  Drs. H. Sugiyarto / Ketua  FKTM Kel. Jetis. "Turut bersyukur atas kehadiran dan diresmikannya Masjid Yusuf Azizah ...

TABLIGH AKBAR FKTM JAMAAH TUMPAH RUAH

Gambar
Oemar Channel. Jetis (29/9).  Putaran ke 3 pasca pandemi pengajian akbar FKTM dihadiri hampir seribu jamaah FKTM. Menghadirkan Ustadz Ahmad Zanin Nu'Man,M.Pd.I., bertempat di Masjid At-Taqwa, Jetis RT 03/06, Kelurahan Jetis. Tabligh Akbar ini terselenggara kolaborasi 5 masjid di Zona III, yg meliputi Masjid At-Taqwa, Masjid Al Mutaqien, Masjid Bayu Noor Pambudi, Masjid Sahid Nurul Iman, dan Masjid As Salam.  Dalam sambutannya Ketua FKTM Drs.H.Sugiyarto menyampaikan, "Setelah pandemi semoga jamaah FKTM semakin bersemangat lagi dalam membangkitkan kembali agenda Takbir Akbar FKTM. Ini sudah ke 3 x pasca pandemi pengajian akbar FKTM Kel. Jetis." Dalam kesempatan itu pula dalam sambutannya Lurah Kelurahan Jetis, Bp.Suyamto juga menyinggung pesan terkait kewajiban pajak PBB.  Agenda Tabligh Akbar ini juga turut didukung oleh beberapa sponsorsip salah satunya adalah dari Bp. Purwanto yang menyiapkan untuk semua jamaah yang hadir berupa masing masing secangkir kopi m...

MEMBERATKAN RAKYAT BAWAH

Gambar
"KENAIKAN BBM MEMBERATKAN RAKYAT BAWAH" IsKeb. Sukoharjo ( 9/9 ). Partai Gelora Kabupaten Sukoharjo memberikan penyataan terkait kenaikan BBM yang diputuskan pemerintah beberapa hari lalu. Dalam pernyataannya Ketua DPD Partai Gelora Sukoharjo, Umar Yuwono menyatakan, "Bahwa kebijakan menaikan harga BBM saat ini kuranglah tepat timingnya, mengingat kondisi ekonomi masyarakat bawah pasca pandemi hampir 3 tahun belumlah pulih dan kembali bangkit utuh, masih dalam tahap mencoba bangkit memulihkan ekonomi keluarga pasca pandemi. Namun betapa nelangsanya masyarakat bawah baru akan mencoba bangkit secara ekonomi .. dihantam dan di bebani dengan harga2 kebutuhan hidup yang otomatis naik akibat krnaikan BBM." "Menyimak dan mempertimbangkan pendapat para pakar minyak dan ekonomi, juga kondisi riil masyarakat bawah, kita semua bisa merasakan bahwa semestinya pemerintah punya alternatif lain selain menaikkan harga BBM sebagai konon upaya untuk menyelamatkan APB...
"Mulutmu adalah harimaumu, tanganmu adalah buayamu." _Hati2 dan bijaklah dalam menyampaikan ucapan maupun tulisan, karena ucapan yg kita sampaikan maupun tulisan yg kita buat kadang bisa berbalik mencelakakan diri kita._ Yaa ALLAH, jadikan ucapan dan tulisan kami senantiasa bermanfaat, dan jauhkan kami dari perbuatan yg sia2 maupun mencelakakan. Sabtu   06082022

SJ ( Bagian : 50 )

Gambar
LAKUKAN YANG SEPERTI KAMI LAKUKAN Satu bulan penuh kami di kampung, baru situasi kembali normal, setelah dua kali panen sawit, saatnya kami kembali pulang ke Medan. Abang iparku dapat bantuan dari kami, akan tetapi Bang Parlin memberikan bukan dalam bentuk uang, melainkan panen sawit.  "Kalau Abang, Kakak sukses suatu hari nanti, lakukan juga seperti yang kami lakukan pada kalian ini, ya, Kak, Bang," kata Bang Parlin ketika kakakku melepas kami pulang ke Medan.  "Iya, Parlin, akan kami ganti, ini catatannya semua, panen sawit itu dua puluh lima juta, upah dodos dan transportasi bikinlah lima juta, jadi kami berutang dua puluh juta," kata Abang iparku.  "Bukan begitu, Bang, bayarnya bukan sama kami, tapi sama orang yang tertimpa musibah seperti kalian ini, yang bisa merubah kembali nasibnya," jelas Bang Parlin.  "Alangkah mulianya hatimu, Parlin," kata kakakku.  Supir kami sudah menunggu di mobil. Supir kami ini memang serba bisa, satu...

SJ ( Bagian : 49 )

Gambar
SALAK Pagi harinya, kami sudah sampai di kota salak Padang Sidempuan. Kami singgah di rumah makan khas Tapanuli Selatan untuk sarapan pagi. Begitu kami turun dari mobil, kami didatangi dua orang pria memegang salak.  "Salak sibakkua, dipangan sada mangido dua," katanya seraya memberikan salak untukku.  Kuterima dan ...  "Coba saja dulu, Bu," kata pria tersebut.  Kukupas dan kumakan. Waw! Enak, manis dan sedikit kelat.  "Sini, Bu, sini, ini salaknya," kata pria itu lagi.  Kuikuti saja, seraya menggendong si Butet, sementara Bang Parlindungan bawa si Ucok ke kamar mandi.  "Berapa, Pak?" tanyaku kemudian.  "Satu sumpit dua puluh ribu, beli tiga lima puluh ribu," jawabnya.  "Satu sumpit itu berapa?" "Oh, ini, Bu, ini sumpitnya," kata pria itu seraya menujukkan wadah anyaman.  "Aku ambil tiga," kataku.  Dengan cekatan pria itu membungkus tiga sumpit. Kubayar dan membawanya ke mobil.  "Aku beli s...

SJ ( Bagian : 48 )

Gambar
SEAKAN MO PISAH SELAMANYA "Setelah berusaha, selanjutnya kita berdoa dan terus bertawakkal." begitu kata suami ketika kutanya amalan apa yang dia lakukan semalaman. Dia hampir tak tidur, baru kali ini kulihat suami segeilsah itu.  "Kasihan Kakak, sapinya mati tenggelam," kataku dengan raut wajah sedih.  "Iya, Dek, Abang lupa kasih tahu, Abang jadi ikut merasa bersalah, seharusnya dikasih tahu juga sapinya jangan dikandangkan atau diikat jika ada bencana. Bencana banjir atau kebakaran, sapi tak boleh diikat, karena binatang juga punya naluri bertahan hidup." kata suami.  "Mungkin karena kakak gak ikhlas yang pelihara sapi itu, Bang, sudah sering dia bilang muak dengan kotoran sapi," kataku lagi.  "Jangan bicara begitu, Dek, gak boleh itu,"  Ah, gak asik bangett ini suami, gak bisa diajak ghibah atau gosip. Padahal menurutku benar begitu. Kakak sudah berulangkali bilang capek urus sapi. Tiba-tiba HP-ku bergetar, ada panggilan ...