MENDEKATI BENAR ANALISA FAHRI HAMZAH .. PILPRES IS "KONTESTASI LOGISTIK"
Iskeb, Indonesia ( 8/02 ).
Sepertinya makin mendekati benar analisa Fahri Hamzah bahwa pilpres 2024 mendatang masih dominan ketergantungan dengan persoalan logistik pemenangan.
Kabar Anies dgn hutangnya yang menurut Refli Harun dalam kanal youtube nya Keren Cadas terungkap hingga nominal 92 M, meskipun oleh Sandi sudah direlakan tidak akan dipermasalahkan lagi, namun itu memperlihatkan dan makin meyakinkan analisa bahwa di Pilpres 2024 nanti masih akan didominasi akan model kontestasi logistik antar kandidat Capres Cawapres. Bukan ide, program dan gagasan yang ditawarkan tapi masih menyuguhkan kekuatan logistik untuk pemenangan.
Rupanya penggerusan mindset yang diharapkan terjadi kepada para pelaku politik alias politisi elit hingga turunannya sampai ke grassroot selama beberapa tahun terakhir belum menampakkan hasil signifikan, untuk mengubah mindset publik pada umumnya yaitu menjadikan menomor satukan program, ide dan gagasan yang akan dibawa dan sodorkan para Capres Cawapres yang ada belum seperti yang kita harapkan. Kekuatan logistik akan masih bercokol dalam dinamika pilpres yang akan berjalan. Dan sepertinya tak akan jauh beda dengan pemilu pilegnya. Masih butuh waktu untuk demokrasi ideal di negeri ini.
Demokrasi mahal dinegeri ini masih memasung kehadiran dan lahirnya potensi potensi calon pemimpin dan wakil rakyat yang elegan dan cakap untuk menjadi para pemimpin dan wakil rakyat 5 tahun kedepan.
Dalam kasus Anies terkait hutang 92M untuk pemenangan Pilkada DKI jelas logistik ambil dominasi peran penting yang masih sangat dibutuhkan. Selevel Anies saja yang konon (kata sebagian persepsi publik) bersih dan cerdas ternyata untuk menang di Pilkada DKI butuh hingga 92M. Apalagi untuk pertarungan dilevel Pilpres anda semua bisa membayangkan.
Analisa Fahri Hamzah dalam diskusi online sudah hampir mendekati benar, Pilpres 2024 yang ada adalah kontestasi logistik. ( Video : Oemar Channel ).
Sumber : Sosmed & Oemar Cahnnel
Narasi Pengantar : Red. Iskeb
Komentar
Posting Komentar